PELALAWAN- Masyarakat kabupaten Pelalawan sebetulnya, hampir dua pekan sedikit agak tenang lantaran bersih dari pasien positif Covid-19. Hanya saja ketenangan itu kembali terusik, menyusul dua warganya, dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19 Sabtu (9/5/2020).
Menurut juru bicara tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 Pelalawan, H Asril M.Kes, kedua pasien positif merupakan santri di pondok pesantren di Tamboro, Magetan, Jawa Timur.
Kedua santri laki-laki ini berinsial AMH (16) dan RAH (13) yang tinggal di kecamatan berbeda di Pelalawan. Mereka masuk dalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) selama ini dan melakukan karantina mandiri.
"Makanya langsung kita jemput ke kediamannya. Butuh waktu untuk memberikan pemahaman kepada pihak keluarga. Alhamdulillah berhasil kita bawa," terang H Asril, Sabtu (9/5/2020).
Asril menyebutkan, pasien terkonfirmasi 05 berinisial AMH (16) berasal dari Desa Bukit Gajah Kecamatan Ukui. Santri Ponpes di Tamboro ini pulang dari Magetan dan tiba di Pelalawan pada tanggal 19 April lalu. Sejak kembali ke rumah, AMH menjalani isolasi mandiri karena hasil rapid testnya negatif.
Namun lantaran ada gejala demam dan flu serta baruk, tim medis berinisiatif mengambil sampel cairan pada hidung dan mulutnya. Sampel itu dikirimkan ke laboratorium kesehatan untuk pemeriksaan swab.
"Meski rapid testnya negatif, ternyata hasil swabnya positif," tandas Asril, Sabtu (9/5/2020).
Setelah menerima hasil swab yang dinyatakan positif, tim Diskes langsung membawa pasien ke ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci untuk menjalani perawatan dan pengobatan.
Pasien positif lainnya berinisial RAH (13) yang tinggal di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam. Santri ini tiba di Pelalawan dari Magetan pada tanggal 18 April lalu. Walau menjalani isolasi mandiri, tetap dilakukan pemeriksaan swab ke laboratorium hingga dinyatakan positif corona.
"Hasil rapid test RAH sebelumnya memang reaktif. Makanya diperiksa swab dan ternyata positif juga," tandasnya.*** (BRI)